Rabu, 21 September 2016

Published 12.25.00 by with 0 comment

Insterested in: Ngebunuh Cicak!

Saya sedikit bingung memulai tulisan ini dengan kalimat yang seperti apa. Bukan karena kurang kata dalam memulainyaseperti yang sudah-sudah—justru sebaliknya. Sudah lewat beberapa menit berganti hari saat saya menulis kalimat-kalimat yang nantinya saya tebak akan dipenuhi oleh bumbu-bumbu curhatan ala anak fakir asmara—yang memang benar adanya.

Akhirnya sekarang saya menemukan jawaban ketika ada pertanyaan: "Add who you're interested in" seperti yang ada di laman media sosial yang sudah-sudah. Bunuh cicak ? Yaah! Memang benar adanya. 

Saya sebenarnya tidak suka membahas hal bunuh membunuh. La wong gara-gara lihat sapi disembelih aja jadi gak doyan daging, walaupun kalo disuguhi bakso juga mau. Apalagi membunuh rasa cintaku padamu dek! Abang gak mampu—he'em deh.

Hewan yang punya body yang ginuk-ginuk itu membuat saya geli sebenarnya, tapi ibarat judul novel "Seperti dendam, rindu harus dibayar tuntas"-nya Eka Kurniawan—maka dendam saya (walaupun cuma kesel doang sih) kepada cicak dan rindu dapat pahala harus di bayar dengan cash!

Loh kok pahala? Lha emang ada hadist shahih tersendiri yang meriwayatkannya kalo membunuh cicak itu dianjurkan. Dibunuh lo ya, bukan disiksa. Walaupun tidak dibunuh juga tak apa, la wong anjuran dan ada penjelasan-penjelasan terperincinya kok. Silahkan klik disini kalau mau tau lebih jelasnya.

Namun, alangkah baiknya kalau masalah seperti ini ditanyakan langsung kepada guru ngaji anda. Kalau anda non ya tidak ada salahnya bertanya dengan para guru agama Islam, Ustadz, Kyai, Ulama, Syekh atau apapun sebutannya untuk mereka yang bertugas mengayomi, membina, dan membimbing umat Islam baik dalam masalah agama maupun masalah sehari-hari yang diperlukan baik dari segi keagamaan maupun sosial kemasyarakatan.

Tapi singkirkan dulu soal anjuran, ini lebih ke masalah personal. Sudah sering kali saya mengusir cicak tapi selang berapa menit balik lagi. Bukannya apa-apa, tapi buang kotorannya itu lho yang di tempat-tempat strategis. Entah itu di pakaian "suci", peratalan makanan yang jelas-jelas bahaya kalo terkena kotoran cicak yang mengandung bakteri  Escherichia Coli. 

Atau pengalaman lainnya yang gak kalah ngeselin yaitu kena tembakannya beberapa kali padahal itu binatang berhidung pesek berada di tembok belakang, sedangkan saya berada satu meteran dari tembok. Kok ya bisa-bisanya ngeluarin pake acara nyemprot. Alhasil harus ganti pakaian dan sprei.

Tak cukup sampai disitu, beberapa tahun silam ketika disaat saya membaca buku yang sangat mencerahkan. Tiba-tiba itu bom kotoran jatuh tepat di buku yang saya baca. Kalo ini emang bener-bener bikin saya naik pitam.

Oke, lupakan masa ketika saya masih punya pacar itu. Tengah malam ini saya sudah dedikasikan waktu  dan tenaga untuk berburu. Setelah melihat itu binatang merayap di lemari yang pintunya sedikit terbuka karena memang sudah rusak. Saya rasa, saya tak akan kena Pasal 302 KUHP. Lagian itu binatang tergolong mengganggu—definisi dari hama.

Rasa geli sedikit memudar karena kejengkelan, saya pun langsung tancap gas mengambil sapu. Untuk menjitak kepala itu cicak yang sepertinya tadi tersenyum nyinyir sambil berkata: "Ape loe? hehee...".

Tapi entah kenapa target seperti hantu. Berganti dan menghilang begitu saja. Hmm... mungkin kurang doa pikir jomblo aduhai ini—paan sih terima saja. 

Saya sadar setiap makhluk yang tercipa pasti ada manfaat dan efek buruknya. Sampai tulisan ini selesai ditulis, batang hidung yang mirip tokoh Voldemort itu belum juga kelihatan. Mungkin sedang menyiapkan amunisi untuk berperang nanti—entah.
Read More
      edit

Senin, 19 September 2016

Published 14.41.00 by with 0 comment

R.I.P. ENGLISH

R.I.P ENGLISH
Yo! watsap pipel of the internet...
*familiar?

Beberapa dari kita akan menjawab atau berkomentar "What's up too bro", "nothing much" atau sesuatu yang bisa menjawab pertanyaan itu. Beberapa dari kita juga mungkin akan berkomentar "ngomong apaan sih ini orang", ada juga yang baik hati meluruskan "eh itu salah ngomongnya (re: nulisnya)" atau berkomentar dengan nyinyir "eh jangan sok inggris deh, gak bisa bahasa inggris jangan sok inggris, tulisan loe salah LOL! " dan sampai akhirnya kebagian pem-bully-an.

Walaupun tidak semua yang berkata nyinyir bermaksud menghina, karena memang cara dia dalam mengkritik seseorang yang berbeda. Tapi alangkah baiknya mengkritik seseorang dengan bahasa yang santun—supaya tidak jatuh dalam konteks hujatan. Ataupun berkomentar dengan menukil kata-kata yang ada di poin ketiga Soempah Pemoeda yang sangat saya hormati itu, yaitu KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENDJOENDJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA kemudian menyuruh kita untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Walaupun tidak memungkinkan juga untuk menggunakan bahasa baku dalam kehidupan kita sehari-hari. Sampai S-P-O-K harus tersusun dengan benar dan jelas. Kalau anda bisa dan tidak mengganggu lawan bicara anda ya silahkan saja.

Akan tetapi penggunakan bahasa baku memang sangat penting digunakan dalam forum-forum resmi atau kepenulisan karangan ilmiah dan sebagainya yang harus menggunakan bahasa baku. Tidak mungkin juga kan kita menggunakan bahasa alay, slang dan lainnya dalam menulis skripsi misal. Bisa-bisa tidak lekas sidang nantinya. Kesalahan penggunakan bahasa Inggris tadi juga bisa mendapatkan komentar cukup dengan R.I.P. ENGLISH.

Hal di atas sering kita jumpai dalam keseharian kita. Entah itu di dunia nyata maupun dunia maya. Setidaknya ada lima hal yang membuat seseorang diberi komentar R.I.P English , yaitu:

1. Memcampurkan dua bahasa atau lebih dalam berkomunikasi

Yaitu ketika kita berkomunikasi secara tulisan atau lisan dengan seseorang dimana lawan bicara kita menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa asing. Terlebih lagi bahasa Inggris. Karena sejujurnya tidak hanya bahasa Inggris saja yang sering kita jumpai dalam komunikasi kita dengan bercampur aduk—seperti gado-gado. Beberapa bahasa asing lain yang sering membubui komunikasi dalam pergaulan kita adalah bahasa Jepang, Korea dan Arab.

Saya sendiri tidak begitu bermasalah dengan mereka yang berkomunikasi dengan saya entah itu lewat lisan atau tulisan dengan mencampurkan bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris. Karena saya sedikit banyak paham dengan yang mereka ingin komunikasikan. Berbeda dengan bahasa Jepang, Korea, Arab atau bahasa lainnya. Karena bahasa tersebut sangat sedikit kosakata yang saya bisa mengerti.

Alangkah baiknya jika kita berkomunikasi dengan seseorang yang tidak mengerti bahasa Inggris sama sekali, kita perlu  untuk menghormatinya dengan berbicara bahasa Indonesia saja—toh anda bisa bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. 

2. Kesalahan dalam penggunakan bahasa Inggris

Kesalahan dalam penggunakan bahasa Inggris ini sering kita temui dalam bentuk tulisan maupun lisan. Entah itu dalam bentuk kesengajaan mereka atau ketidaktahuan mereka dengan apa yang mereka katakan atau tuliskan.

Contoh kesalahan dalam penulisan adalah 'watsap' yang mungkin maksut hati adalah 'what's up' seperti yang telah saya tuliskan di awal tadi. Dalam konteks menulis kata berbahasa Ingris memang tidak mudah. Perlu banyak berlatih tentu saja. Apalagi kalau kita berlatih bahasa yang hurufnya tidak sama-sama latin. Seperti Jepang misal.

Untuk masalah kesalahan dalam lisan ini banyak sekali contohnya dan kita tidak perlu menghina mereka yang salah. Cukup dikoreksi dan diberi tahu yang benar dengan baik. Seperti halnya pengucapan 'even' dan 'event', 'life' dan 'live' dan sebagainya. Atau 'heartache' yang berarti duka bisa kita dengar berbeda seperti 'hard dig', 'hard d*ck'. Silahkan cari tahu sendiri artinya.
*=i

Dalam pengucapan kata dalam bahasa Inggris tidaklah mudah—bahkan untuk mereka yang memiliki bahasa ibu yang sama—yaitu bahasa Inggris. Seperti orang dari British, Amerika, Kiwi, Australia(bukan suku aborigin) dan sebagainya. Jika anda punya waktu luang silahkan buka Youtube dengan keyword "versus". Seperti Kiwi vs Australian, British vs American dan sebagainya.

Sebagai tambahan banyak perbedaan juga dalam menuliskan dan mengucapkan suatu objek. Seperti tulisan 'color' dan 'colour', 'favorite dan favourite' atau penyebutan yang berbeda seperti 'police' dan 'cops' dan masih banyak lagi lainnya yang dimana kedua hal tersebut sama-sama benar.

3. Kesalahan dalam Mengartikan Bentuk Singkatan Bahasa Inggris

Salah satu contoh untuk masalah ini sudah saya tuliskan di bagian atas sana. Tak perlu repot-repot anda untuk nge-scroll ke atas, akan saya tuliskan lagi di sini. Kalaupun anda ingat, ya! Kata itu adalah LOL. Tidak sedikit netizen yang salah mengartikan masalah LOL ini.

LOL adalah akronim dari Laugh Out Loud. Yang dalam bahasa Indonesia bisa diartikan tertawa terbahak-bahak. Bukan toLOL yang seperti dimaksud beberapa netizen di Indonesia. 

4. Tanda Baca 

Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan.

Kita juga harus cermat dalam menggunakan tanda baca. Karena tidak adanya tanda baca atau kesalahan menempatkan tanda baca akan mengakibatkan salah persepsi atau maksud dan tujuan yang akan ingin kita sampaikan. Mari kita lihat gambar di bawah ini.

sumber : google
Permasalahan di atas juga termasuk kesalahan dalam tata bahasa (grammar). Kita bisa lihat tulisan di atas adalah NO! MORE RAPE. Hal ini akan berbeda arti jika tanda seru (!) diletakan di akhir maka tulisannya akan menjadi NO MORE RAPE ! Sudah dapat dipastikan bahwa arti dari dua kalimat di atas berbeda dan bahkan memiliki arti yang berlawanan.

Atau ada juga contoh lain yaitu.
Let's eat kids !
Let's eat (,) kids !
Bagaimana? Apakah anda sudah menangkap perbedaannya?


5. Tata Bahasa (Grammar) 

Tata Bahasa (Grammar) adalah ilmu yang mengajarkan tentang cara menyusun kata-kata untuk menjadi sebuah kalimat secara tepat, atau dapat dikatakan, sebelum anda menyusun sebuah kalimat bahasa Inggris, anda harus mempelajari Grammar terlebih dahulu.

Mempelajari grammar bukan suatu yang mudah. Kita harus melatihnya sesering mungkin. Kesalahan tata bahasa ini sering kita jumpai dalam kehidupan kita dan tidak mengenal orang yang sedang mengatakan dan menuliskan. Bahkan sampai salah satu program acara televisi Indonesia yang kini sudah tidak ada itu pun salah dalam penyebutannya.

Dimana slogan dari program acara tersebut adalah "Keep Smile" padahal pengucapan dan penulisan yang benar adalah "Keep Smiling". Mungkin bentuk kesalahannya kecil tapi bisa memberi efek yang besar karena ditonton oleh jutaan pasang mata dan beragam usia di Indonesia—atau mungkin di negara lainnya juga.

Tidak perlu berkecil hati jika anda dalam proses belajar dikomentari dengan kalimat R.I.P English. Semakin kita banyak salah, semakin dekat juga kita dengan kebenaran—yah palah ber-quote ria—tapi tak apalah. Dalam melatih bahasa Inggris kita bisa lakukan dalam kehidupan keseharian kita. Apa saja yang bisa membantu kita dalam belajar bahasa Inggris di keseharian? Silahkan klik disini.
Read More
      edit

Minggu, 18 September 2016

Published 09.56.00 by with 0 comment

Belajar Bahasa Inggris dalam Keseharian

Anda tidak perlu repot-repot berpikir seberapa tinggi kemampuan berbahasa asing saya—bahkan bisa saja anda sangat jauh lebih baik daripada saya. Berbicara soal nilai TOEFL pun saya tidak mendapatkan skor yang tinggi. Disaat teman sejawat sudah bisa berselancar di Hawai atau berjemur ria di  Maldives—saya masih berjalan kaki menuju kampus untuk mengikuti pelatihan TOEFL tambahan selama beberapa pekan.

Walaupun pada akhirnya saya bisa lulus dengan skor yang tidak jauh berbeda dengan skor kelulusan—setelah mengikuti pelatihan tentu saja. Namun itu menjadi sebuah kabar gembira untuk saya yang mana  sudah beberapa kali mengikuti tes tapi tidak pernah bisa melewati skor 400 sebagai syarat yudisium pada waktu itu. Hal ini bukan menjadi sesuatu yang sulit bagi anda bukan? Sedikit provokator memang melihat judul yang berani-beraninya saya memberi tips terampil berbahasa asing sedangkan saya sendiri tidak semahir bayangan anda dalam berbahasa asing.

Akan tetapi, ada beberapa hal yang bisa saya bagikan kepada anda tentang bagaimana kita belajar bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Yang mana saya dapatkan dari berbagai sumber dan pengalaman.

Hal ini sangat membantu saya dimana awal kuliah saya buta dan tuli terhadap bahasa asing. Cukup mengherankan memang, kenapa saya bisa lulus dari bangku sekolah. Dimana salah satu ujian pokoknya adalah bahasa Inggris.

Alasan terbesar saya belajar bahasa asing—terlebih bahasa inggris karena bahasa Inggris adalah bahasa Internasional. Dimana banyak orang di dunia ini menguasai bahasa tersebut, dan itu membantu saya yang mana saya sangat suka berkomunikasi. Mendengar dan membaca pendapat seseorang dari apa yang mereka tulis atau katakan. Tentu saja bisa memberi wawasan yang lebih jika saya bisa berbahasa asing.

Belajar bahasa asing tak ubahnya ketika kita belajar bahasa ibu. Ada penyesuaian dan perulangan di dalamnya. Membiasakan indera kita untuk mengenal dan terbiasa dengan bahasa tersebut. Dimana kita awali dengan mendengar akhirnya kita bisa berbicara dan berlanjut hingga bisa membaca kemudian menulis. Berikut adalah beberapa tahap yang bisa kita lakukan dalam melatih bahasa asing kita di kehidupan sehari-hari.

Mendengar dan Melihat

Langkah awal kita dalam memperlajari bahasa asing adalah membiasakan indera pendengaran untuk menerima bahasa tersebut. Menjadikan kita merasa terbiasa dan nyaman mendengar bahasa tersebut sehingga kita mampu menerima dengan mudah. Banyak hal yang bisa kita latih untuk membiasakan hal ini, diantaranya;

Mendengarkan lagu—dengan memperhatikan lirik akan lebih membantu tentu saja. Disaat pertama kali kita mendengarkan lagu dan memperhatikan lirik maka di dalam diri kita secara tidak langsung akan menyelaraskan antara suara sang vokalis dan kata-kata di dalam lirik yang kita baca. Ini akan mempermudah ketika kita mendengarkan lagu lagi yang kita dengar sebelumnya tanpa membaca lirik. Karena di dalam otak kita mampu memunculkan kata-kata di dalam lirik saat sang vokalis menyanyikannya.

Sehingga kita bisa mendengarkan apa yang dikatakan sang vokalis dengan lebih jelas karena kita sudah terbiasa mendengar dan terbayang kata dari apa yang kita lihat di dalam lirik lagu tersebut. Tidak lupa kita juga harus meluangkan waktu untuk membuka kamus jika ada kata yang tidak dimengerti artinya. Atau anda bisa buka situs ini, untuk menemukan lirik lagu dengan terjemahan ke bahasa Indonesia.

Menonton film—dengan subtitle bahasa asing yang anda pelajari tentu saja—bukan dengan subtitle bahasa Indonesia. Proses ini tidak jauh berbeda dengan apa yang saya jelaskan mengenai mendengarkan lagu dengan memperhatikan lirik di atas. Karena konsentrasi kita akan lebih memperhatikan subtitle maka pastikan gunakan subtitle berbahasa asing yang anda pelajari. Maka indera pendengaran dan penglihatan kita akan bersinergi dan terbiasa. Walaupun kita akan membutuhkan waktu yang tidak sedikit karena kita juga perlu melihat jalan cerita.

Melihat dan mendengarkan pidato atau debat. Selain akan menambah kosakata anda dalam berbahasa asing, anda juga dapat menambah wawasan dari apa disampaikan orang yang melakukan debat atau pidato.

Berbicara

Setelah kita membiasakan indera pendengaran dan penglihatan kita. Maka selanjutnya tentu saja melatih ucapan kita. Melatih bagaimana kita bisa berbicara menggunakan bahasa asing. Tidak perlu takut jika tata bahasa kita masih salah. Biasakanlah mulut kita untuk berbicara menggunakan bahasa asing. Sehingga sampai pada akhirnya kita terbiasa dan tidak kaku dalam mengucapkan kata-kata bahasa asing yang kita pelajari. Hal yang dapat kita lakukan diantaranya;

Berbicara sendiri—dengan mendeskripsikan tentang diri anda. Menjelaskan tentang siapa diri anda dengan menggunakan bahasa asing yang ingin anda pelajari. Seperti menjelaskan tentang nama anda siapa, hobi anda apa dan lain sebagainya.

Keluarlah—sangat perlu untuk keluar kemudian mempraktekan bahasa asing anda dengan mendeskripsikan apa yang anda lihat dan apa yang anda rasakan. Jika nanti anda menemukan benda atau situasi yang tidak diketahui bahasa asingnya maka luangkanlah waktu untuk membuka kamus atau sekedar mencatat sehingga bisa kita cari artinya nanti.

Lawan bicara—salah satu yang bisa mempercepat anda dalam berbahasa asing adalah mendapatkan lawan bicara. Dimana dalam kondisi ini anda akan menyelaraskan antara mendengar, melihat dan berbicara. 

Membaca

Membaca dalam konteks ini adalah disaat kita juga mengeluarkan suara—tidak hanya di batin di dalam hati. Hal ini sangat berhubungan erat dengan apa yang telah kita pelajari di atas. Dimana kita akan terbantu dalam membaca setelah kita melatih pendengaran dan berbicara. Melatih pendengaran kita dalam menerima informasi dengan nada dan pengucapan yang benar. Kemudian melatih pengucapan kita dengan benar.

Berbicara soal membaca kita juga dapat menambah kosakata, tata bahasa dan kemampuan bahasa asing lainnya dengan membaca buku yang anda sukai. Entah itu novel, buku memasak, jurnal ilmiah atau lain sebagainya.

Menulis

Menulis dengan bahasa asing bukanlah sesuatu yang mudah. Tahap ini anda akan temui jika anda masuk di dalam dunia pendidikan dan lain sebagainya. Bukan hanya untuk berbicara secara langsung dengan orang asing. Dimana kita juga harus melatihnya untuk memperdalam ilmu kita. Seperti halnya disaat kita mendengar kata "what's up" kemudian kita ingin menulisnya. Jika kita sudah melatih pendengaran dan membaca, kemungkinan besar kita tidak akan salah dalam menulis kata tersebut. Anda mungkin tidak akan menulisnya dengan "wats ap" atau lain sebagainya karena anda sudah pernah membaca kata tersebut sebelumnya. Atau menulis bahasa asing yang tidak menggunakan huruf latin dimana itu akan lebih banyak usaha dalam mempelajarinya.

Dalam mempelajari bahasa kita harus banyak dalam praktenya. Bukan berarti teori tidak penting. Karena pada dasarnya mempelajari bahasa asing adalah bisa terjalinnya komunikasi. Dimana informasi dari pihak A akan tersampaikan ke pihak B dengan maksud dan tujuan yang sepaham.

Dalam prakteknya dalam kehidupan komunikasi secara langsung kita harus banyak melatih dalam mendengar, melihat dan berbiacara. Akan tetapi, kita juga harus memperdalamnya dengan membaca dan menulis dengan benar tentu saja.

Seperti halnya yang telah kita ketahui bahwa ada anak yang bernama Putu Rista dengan usia 10 tahun bisa berbicara 23 bahasa. Tentu saja ini karena Putu Rista telah banyak melatih pendengaran, penghlihatan dan berbicara dengan terjun langsung ke 'lapangan'.

Tidak perlu berkecil hati jika ada banyak orang yang meremehkan bahasa asing anda karena masih terdapat kesalahan di dalamnya. Atau mereka yang mengatakan R.I.P English dan sebagainya. Jika ada orang yang mengoreksi bahasa asing anda. Jadikan itu sebagai ilmu dan pelajaran berharga bukan dihindari. Berterima kasihlah kepada mereka yang bersedia meluangkan waktu untuk anda berkembang. Membuat anda keluar dari kesalahan dan bisa memperbaiki bahasa asing anda dengan benar. 
Read More
      edit

Kamis, 15 September 2016

Published 21.17.00 by with 0 comment

[Yearbook] Matematika E 2012 Universitas Negeri Yogyakarta


Setiap orang mempunyai caranya tersendiri dalam menangkap masa sekarang untuk menjadikan kenangan indah di masa yang akan datang. Seperti halnya dengan fungsi dari sebuah buku tahunan. Sebagai media mengenang orang-orang yang berjuang bersama dalam sebuah organisasi atau institusi. Mengenang masa-masa indah bersama teman walaupun terkadang ada rasa perih saat terlintas bayangan mantan—yekan?

Banyak sekali perkembangan dan inovasi dalam dunia mengabadikan momen ini. Tidak hanya soal buku tahunan yang menggunakan teknik fotografi saja, akan tetapi ada juga yang menggunakan teknik videografi. Biar bisa di upload ke Youtube kata mereka. Apalagi banyak orang yang terinspirasi setelah booming-nya film 'Catatan Akhir Sekolah' tahun 2005 silam.

Seiring berkembangnya jaman, mengabadikan momen dengan media cetak menjadi buku masih menjadi idaman. Bahkan ada rasa tersendiri jika di cetak daripada hanya berbentuk softfile. Lebih merasa memiliki katanya. Dimana setiap lembar yang kita buka memiliki kenangan tersendiri.

Ini kali pertama saya mengambil gambar untuk kepentingan pembuatan buku tahunan. Tentu saja saya tidak sendirian. Ada sebuah TIM dalam pengambilan gambar hingga sampai ke percetakan.

Tidak banyak kendala yang kami temui selama proses pemotretan hingga akhirnya menjadi sebuah buku tahunan. Kendala utama kali ini adalah soal waktu. Dimana kita harus mencocokan jadwal dengan beberapa orang yang memiliki jadwal yang berbeda.

Adapun kendala lain ketika salah satu tempat pengambilan gambar tidak diijinkan oleh salah seorang pengurus yang ada di sana. Akan tetapi untuk masalah ini setelah melobi dengan pengurus akhirnya kami tetap bisa melanjutkan proses pemotretan.

Dalam proses pengambilan gambar kami menghabiskan beberapa hari dengan lokasi pengambilan gambar di lingkungan Universitas Negeri Yogyakarta - Indoor maupun Outdoor. Adapun tempat lain yaitu Taman Sari untuk pengambilan gambar panitia.

Kami menggunakan peralatan kamera Canon 60D, Canon 50D, 2 lensa Canon 18 - 55mm, lensa fix 50mm, flash Yongnuo, tripod dan beberapa alat tambahan lainnya.

Berikut adalah beberapa hasil foto dari buku tahunan Matematika E 2012. 







Sampul Depan

Foto Kelompok (1)

Foto Kelompok (2)

Foto Kelompok (3)

Foto Perorangan (1)

Foto Perorangan (2)

Snapshoot (1)

Snapshoot (2)
Foto Panitia

Read More
      edit

Sabtu, 03 September 2016

Published 15.42.00 by with 0 comment

Pantai Ngandong, Pantai Pelarian

April 2015 - Suatu ketika ada seorang wanita yang mengajak beberapa temannya nge-camp ke pantai, karena ingin melepaskan penatnya dari kegalauan asmara. Karena memang dasarnya saya suka dolan dan diajak, saya pun meng-iyakan dan ikut gabung. Eh iya.. selain itu dompet juga lagi longgar (penting itu!). Pantai yang kami pilih adalah pantai Ngandong, Gunung Kidul, Yogyakarta. Selain karena aksesnya yang mudah, sarana di pantai pun sudah lengkap. Maklum acaranya juga dadakan dan sebelum keberangkatan beberapa dari kami ada acara nonton Mata Najwa On Stage di GOR UNY kala itu. 

Walaupun pada waktu itu suasana malam hari tenang dan hanya ada satu tenda milik sepasang muda-mudi lainnya. Akan tetapi, pantai Ngandong tidak saya sarankan bagi anda yang ingin mencari suasana pantai yang tenang dan jauh dari "peradaban".

Karena saya tidak kebagian tiket nonton, saya hanya bengong dan menunggu kabar dari mereka yang mendapat pengalama lebih itu. Dimana banyak teman yang ikut karena dicarikan tiket sama teman lainnya sedangkan saya tidak ada yang mau ngasih.
(suramnyaa...)

Pada Hilang di Telan Kegelapan

Saya ingat bentul waktu itu hari Kamis (malam Jumat) dan acaranya selesai maghrib dan tentu saja kami akan berangkat malam hari. Dengan beranggotakan sembilan anak, dan saya naik motor sendiri.
(suram lagi...)

Belum juga masuk kota Wonosari dua teman saya dalam satu motor yang berada di depan menghilang. Selama perjalanan kami mencoba menghubungi mereka. Sampai akhirnya kami mengetahui kalau mereka memilih jalan yang berbeda. Dengan tujuan yang sudah dipastikan maka kami meneruskan perjalanan dengan jalur yang berbeda. Karena tidak dimungkinkan juga salah satu dari rombongan balik arah dan mengikuti rombongan yang lain.

Tidak sampai disitu, ketika masuk di jalan kecil dan gelap karena tidak ada penerangan lampu jalan, dua orang yang berada di depan saya menghilang. Karena jalan sangat gelap dan berliku maka pandangan saya terbatasi. Motor yang di depan hanya sekilas saya lihat. Saya pun memacu motor untuk mengejar pengendara yang paling depan untuk memberi tahu bahwa salah satu pendendara lain hilang. Dimana pengendara yang paling depan juga melaju dengan sangat cepat.

Dengan sedikit susah payah mengontrol laju motor karena jalanan gelap, berliku dan naik turun supaya terhindar dari tebing di samping dan jurang di sisi lainnya akhirnya pengendara yang paling depan bisa saya susul.

Masalah baru muncul lagi. Pengendara yang ada di belakang saya hilang juga karena saya mengendari motor dengan cepat. Laju motor pun kami (saya dan pengendara paling depan) perlambat, sambil menunggu informasi pengendara-pengendara yang lain. Saya hanya menempel terus pengendara yang paling depan karena jujur saja males juga kalo saya kesasar. Sudah tidak tahu jalan, mengandarai motor pun sendiri tidak ada yang ngebonceng.

Sampai akhirnya sampai di pantai dan kabar dari pengendara lain tidak kunjung datang. Tapi syukurnya tidak menunggu waktu lama kami pun dipersatukan lagi.
(cie ileeh...)

Malam itu kami habiskan dalam kehangatan sebuah pertemanan dan mendengarkan si wanita itu berkeluh kesah sampai kami kembali dalam peraduan.

Momen Kesuraman (untuk saya) Tak Kunjung Berhenti

Setelah menghabiskan pagi yang menyenangkan dengan pemandangan yang indah dan air laut yang segar. Akhirnya kami bergegas membereskan peralatan. Sampai tiba saatnya salah satu resleting tenda nyangkut di bahan tendanya. Dengan sedikit kehati-hatian dan ketidak keberuntungan akhirnya resleting itu bisa teratasi dengan sebuah lobang menganga. Arrggghhhhh....!!!

Yah.. mau bagaimana lagi pada akhirnya saya harus mengganti kain tenda yang kami sewa itu. Dengan bantuan dari temen juga, akhirnya denda tenda bisa lekas di bayar. Buat anda hati-hati ya.

Sunrise
Swiming
Me
Taken by : Amin

Wanita

Orang yang pertama ngilang - Orang yang naik motor sendiri

Pantai Ngandong

Sebelah Barat Pantai Ngandong

Read More
      edit