Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Januari 2019

Published 20.17.00 by with 0 comment

[Puisi] Damba

Damba
Damba

Nikmati saja cakrawalanya.
Mentari pagi menyinari dengan hangatnya,
Mata itu terpejam dengan sendirinya.
Bibir itu melengkung menampakkan senyumnya.
Taukah kau siapa yang ada dalam pikirnya?
Read More
      edit

Rabu, 30 November 2016

Published 13.30.00 by with 0 comment

[Puisi] Jomblo Pemberani

Jomblo Pemberani
Jomblo Pemberani

Malam ini malam yang seru,
tak seperti malam-malam di masa lalu.
Meskipun masih saja merindu,
tapi itu tak masalah buatku.

Malam ini aku sedang uji nyali,
diribuan pasang muda-mudi.
Hanya berteman alat fotografi,
aku berani.

Bukan karena aku belagu,
bukan juga karena aku tak punya rasa malu.
Hanya saja,
jomblo juga berhak merasakan malam minggu.


Read More
      edit
Published 13.27.00 by with 0 comment

[Puisi] Sajak Untuk Bumi

Sajak untuk Bumi
Sajak untuk Bumi

Bahkan panas ini sunggu luar biasa.
Tapi tak tahu juga apa yang akan terjadi nanti.
Cuaca kini cepat berubah.
Beberapa menit lagi mungkin akan hujan deras seperti yang sudah-sudah.
Tapi hari ini panas, detik ini sangat panas.
Sungguh.

Cuaca tak menentu seperti ini mulai terjadi ketika aku beranjak dewasa.
Aku rasa masa kanak-kanak dulu aku tak merasakannya.
Lalu bagaimana yang akan terjadi nanti?
Saat aku menua dan tiada?
Aku tak tahu.
Tapi aku rasa waktu berlalu makhluk tak ada yang menjadi muda.
Semua menua.

Lalu bumi, apakah kau sudah menua?
Apakah kau tak kuat lagi dengan kami, manusia?
Apakah kau sudah muak dengan tingkah kami yang merusak?
Tapi sadarilah, kami semua tak sama.
Read More
      edit

Selasa, 15 November 2016

Published 22.40.00 by with 0 comment

[Puisi] Selalu Terlambat

Selalu Terlambat
Kini mimpiku untuk memperjuangkanmu hanya sebuah isapan.
Ketika kau berdua, aku menunggumu dengan tenang dan sabar.
Sampai akhirnya dirimu sendiri.

Mungkin ini adalah kesempatan yang diberikan Tuhan untukku.
Untuk mengejar dirimu, lagi.

Aku memang selalu memendam rasa kepadamu.
Walaupun terkadang aku menjauh darimu.
Aku hanya ingin memastikan rasa kasih ini.
Untuk meyakini  rasa ini datang dari Ilahi.
Bukan dari birahi
Dan ketika aku menyadari.

Kenapa aku selalu terlambat.

Aku sadar.
Kini hatimu telah menjadi milik laki-laki lain.
Lagi.
Seorang laki-laki yang ada di dekatmu.
Seorang laki-laki yang telah lama mengenalmu.

Mungkin karena kesalahanku yang terlalu menjaga jarak.
Mungkin karena kesalahanku yang tak selalu mendekat.
Mungkin juga karena kesalahanku yang tak segera beranjak menembak.

Selamat.
Kini kau berbahagia dengan kenalanku,
lagi.
Read More
      edit