Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label islam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 April 2021

Published 19.41.00 by with 0 comment

Adab Berbicara


Kerap dijumpai di tengah masyarakat, peristiwa yang berakhir saling bunuh atau saling membinasakan. Jika ditelisik lebih jauh, kejadian tersebut bermula dari cek-cok dan salah paham. Ini menjadi indikasi bahwa lidah memiliki bahaya besar jika tidak dijaga. Berikut beberapa adab terkait dengan urusan lidah atau bercakap.
1. Ucapan Bermanfaat
Dalam kamus seorang Muslim, hanya ada dua pilihan ketika hendak bercakap dengan orang lain. Mengucapkan sesuatu yang baik atau diam. Rasulullah Shallallahu ailihi wassalam (SAW) bersabda, "Barang siapa yang mengaku beriman kepada Allah dan hari pembalasan hendaknya ia berkata yang baik atau memilih diam. (Riwayat al-Bukhari).
2. Bernilai Sedekah
"Setiap tulang itu memiliki kewajiban bersedekah setiap hari. Di antaranya, memberikan boncengan di atas kendaraannya, membantu mengangkatkan barang orang lain ke atas tunggangannya, atau sepotong kalimat yang diucapkan dengan baik dan santun." (Riwayat al-Bukhari).
3. Menjauhi Pembicaraan Sia-Sia
Sebaiknya menghindari pembicaraan berujung kepada kesia-siaan. "Sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh jaraknya dariku pada hari kiamat adalah para penceloteh lagi banyak berbicara." (Riwayat at-tirmidzi).
4. Tidak Terperangkap Ghibah
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.” (al-Hujurat[49]: 12).
5. Stop Mengadu Domba
Hudzaifah Radhiyallahu anhu (RA) meriwayatkan, saya mendengar Rasulullah Shallallahu ailihi wassalam (SAW) bersabda, "Tak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba." (Riwayat al-Bukhari dan Muslim).
6. Stop Berbohong
"Sesungguhnya kejujuran itu mendatangkan kebaikan, dan kebaikan itu akan berujung kepada surga. Dan orang yang senantiasa berbuat jujur niscaya tercatat sebagai orang jujur. Dan sesungguhnya kebohongan itu mendatangkan kejelekan, dan kejelekan itu hanya berujung pada neraka. Dan orang yang suka berbohong, niscaya tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta." (Riwayat al-Bukhari).
7. Menghindari Perdebatan
Sedapat mungkin menghindari perdebatan dengan lawan berbicara. Meskipun boleh jadi kita berada di pihak yang benar. Sebab Rasulullah Shallallahu ailihi wassalam (SAW) telah menjamin istana di surga bagi mereka yang mampu menahan diri. "Aku menjamin sebuah istana di halaman surga bagi mereka yang meninggalkan perdebatan meskipun ia berhak untuk itu." (Riwayat Abu Daud, dishahihkan oleh al-Albani).
8. Tak Memotong Pembicaraan
Suatu hari seorang Arab Badui datang menemui Rasulullah Shallallahu ailihi wassalam (SAW), ia langsung memotong pembicaraan beliau dan bertanya tentang hari Kiamat. Namun Rasulullah tetap melanjutkan hingga selesai pembicaraannya. Setelah itu baru beliau mencari si penanya tadi. (Riwayat al-Bukhari).
9. Stop Saling Mengolok dan Memanggil dengan Gelar yang Buruk
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, karena boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (al-Hujurat[49]:11).
10. Pandai Menjaga Rahasia
Tiadalah seorang Muslim menutupi rahasia saudaranya di dunia kecuali Allah menutupi (pula) rahasianya pada hari kiamat. (Riwayat Muslim).

Sumber: disalin dari spanduk di masjid Al-Ikhlas Borobudur.

Read More
      edit

Senin, 04 Februari 2019

Published 16.12.00 by with 0 comment

[Wallpaper Dekstop] Doa Nabi Yunus

Gambar 1
Gambar 2
Gambar sudah sesuai dengan ukuran wallpaper dekstop dan boleh diunduh.

Setiap manusia pasti memiliki masalah. Entah itu masalah keluarga, pertemanan, sekolah, kuliah ataupun percintaan. Masalah yang datang bahkan membuat kita merasa gelap dalam melihat dunia. Dalam keramaian merasa sepi, siang hari terasa gelap, sampai pada tahap ingin mengakhiri hidup dengan cara yang dimurkai Allah. 

Masalah pun juga menghampiri nabi dan rasul. Salah satunya adalah yang dihadapi oleh Nabi Yunus as. Yang mana Nabi Yunus as menghadapi masalah dalam tiga kegelapan. Kegelapan pertama adalah kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan kedua adalah kegelapan di dalamnya lautan, dan kegelapan ketiga adalah kegelapan pada malam hari.

Kemudian Nabi Yunus berdoa: "Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (Ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya."

Allah mendengar doa Nabi Yunus dan memperkenankan doanya sebagaimana yang terlulis dalam surat Al-Anbiya ayat 88: "Maka Kami kabulkan (doa)nya  dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman."

Doa yang diajarkan Nabi Yunus ini juga boleh diamalkan oleh kita dalam menghadapi setiap permasalahan. Semoga kita selalu diberi kemudahan dalam menyelesaikan segala permasalahan yang datang kepada kita. Aamiin.
Read More
      edit

Senin, 10 Oktober 2016

Published 17.28.00 by with 0 comment

Kesempatan

Kesempatan
Terkadang aku sering bertanya kenapa Allah begitu banyak memberikanku kesempatan untuk tahu lebih banyak tentang ilmu, pengalaman, dan hal-hal yang baik dan benar. Itu mengingatkanku tentang firman-Nya.
Katakanlah (Muhammad), "Wahai manusia! Telah datang kepadamu (Al-Qur'an) dari Tuhanmu, sebab itu barangsiapa mendapat petunjuk, maka sebenarnya (petunjuk itu) untuk (kebaikan) dirinya sendiri. Dan barangsiapa sesat, sesungguhnya kesesatan itu (mencelakakan) dirinya sendiri. Dan aku bukanlah pemelihara darimu." (Yunus:108)
Aku tahu di luar sana masih banyak hal-hal yang tidak aku ketahui. Semakin banyak hal baru yang aku temui, semakin aku tahu bahwa pengetahuanku tak seberapa. Aku memohon kepada-Mu Ya Allah semakin banyak aku membaca maka jadikan aku semakin banyak berpikir dan belajar.

Ijinkan aku tahu lebih banyak Ya Allah, dan jadikan aku semakin dekat dengan-Mu karenanya. Jangan jadikan aku menjauh dari-Mu setelah aku tahu banyak kebaikan dan kebenaran dari aturan-Mu. Doaku seperti doa mereka.
(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk bagi kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi." (Ali Imran :8) 
Jadikan sisa umurku ini menjadi sesuatu yang baik. Jangan jadikan aku seperti mereka yang Engkau biarkan Ya Allah. Seperti firman-Mu yang pernah aku baca.
Dan janganlah sekali-kali orang-orang kafir itu mengira bahwa tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka lebih baik baginya. Sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepada mereka hanyalah agar dosa mereka semakin bertambah; dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan. (Al Imran: 178)
Ya Allah , tidak ada Tuhan selain-Mu. Yang Maha hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Mu). Maka ijinkalah hamba-Mu ini kembali ke jalan lurusmu, yang benar lagi baik. Seperti pada ayat-ayat yang kau wahyukan kepada Rasul-Mu, Muhammad .
Katakanlah, "Wahai hamba-hambak-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosanya semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Az-Zumar: 53) 
Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (Az-Zumar: 54)


Read More
      edit

Selasa, 05 Juli 2016

Published 22.50.00 by with 0 comment

CHIBIX

CHIBIX
Mungkin setiap orang punya nama kecilnya masing-masing, aku pun begitu. Ada beberapa nama panggilan yang aku dapat dari orang-orang terdekatku. Entah itu dari lingkungan dekat rumah atau pertemanan sekolah. Selain memanggil dengan nama asli yaitu Sukma, aku sering dipanggil dengan nama kecilku. Yaitu dengan nama panggilan Chibix. Mungkin ada beberapa orang dekat rumah juga yang memanggilku dengan nama Sinchan tapi bukan suatu nama panggilan yang sering aku dengar. Ngomong-ngomong aku sepertinya belum pernah nemuin orang yang manggil aku dengan sebutan nama belakangku, yaitu Kurniawan. Kalau pun itu pernah aku paling lupa. Mungkin cukup spesial kalo memanggilku dengan nama Kurniawan.

Gak enak sepertinya kalo gak ngomongin nama asliku dulu. Menurut hasil telisik jaman dulu nama Sukma itu artinya ruh dan Kurniawan adalah karunia dari Tuhan. Kebetulan juga lahirnya adalah siang hari pas setelah adzan dhuhur. Siang hari dalam bahasa jawa adalah "awan". Jadinya bisa digabung menjadi Kurni-awan.

Kenapa sinchan?
Jangan pernah berpikir kalau aku dipanggil dengan nama Sinchan karena aku mesum. Jangan ! -_-
Nama ini aku dapat dari orang-orang deket rumah karena pipiku yang sangat tembem itu mirip banget sama sinchan. Tapi kalo sekarang manggil dengan nama ini aku bakalan gak "ngeeh".


Chibix

Kebanyakan temenku manggil aku selain dengan nama Sukma adalah dengan nama Chibix. Ini masih berlanjut sampai aku kuliah. Nama ini dimulai sejak aku duduk dibangku 6 SD. Kebetulan waktu itu tinggi badanku tidak normal seperti dengan yang lain. Walaupun ada beberapa temen juga yang gak tinggi tapi hanya aku yang dapat predikat chibix ini. Awalnya dipanggil dengan nama "bol" atau "cebol". Kenapa dipanggil dengan nama cebol karena dulu ada lagu daerah yang liriknya adalah Cebol nggayuh lintang. Banyak temen deketku juga ikut paduan suara yang salah satu lagunya adalah itu. Kemudian diganti menjadi nama chibi(') setelah ada temen yang bertanya dengan salah satu temen yang blasteran jepang. Nah itu lah awalnya. Dimana chibi(') berasal dari bahasa Jepang yang berarti cebol, pendek atau mini.

Kenapa Chibi(x) ?

Menurut penulisan yang aku lihat di kamus bahasa Jepang sih chibi atau chibi('). Kebetulan salah satu orang dikeluarga menggeluti bahasa asing. Dimana salah satunya adalah bahasa Jepang. Pada awal penulisannya sih banyak versinya entah itu chibik, cibig (big=besar, karena dulu lumayan gendut juga), chibig dan banyak lagi. Tapi berubah menjadi chibix karena ya dulu "X" identik dengan sesuatu yang keren dan jarang. Seperti X-man dan lainnya. Akhirnya penulisan chibi ditambah x menjadi chibix sampai ini kebawa ke dunia kampus. Ini nih contohnya.
Nama "Chibix" di nomor punggung 27
Waktu kuliah ikut tim futsal dan salah satu baju miliku nama belakangnya adalah CHIBIX. Sebenarnya ini sudah aku ganti menjadi Sukma sebelum pemesanan. Tapi ternyata yang dikumpul ke pihak penyablon adalah kertas yang lama. Kertas yang masih bernama CHIBIX. Jadi itulah nama Chibix sampai menembus dunia kuliah. Walaupun tidak se eksis dulu. Karena di dunia kampus aku lebih dikenal dengan nama Sukma.

Sedikit flashback nih..

"Ketenaran" nama chibix ini berlajut sampe SMP setelah aku dan temen-temen SD ku banyak yang ketrima di bangku SMP yang sama. Nama ini pun tambah menyebar luas. Bahkan tak jarang kalau ditanya mana yang namanya Sukma bakalan lupa beda dengan nama chibix.

Waktu SMA nama Chibix perlahan-perlahan memudar cukup beberapa orang yang tau. Karena aku berada di sekolah yang berbeda dengan temen-temen. Begitu pun masuk ke dunia kampus.

Tulisan ini bukan untuk memberi tahu untuk memanggilku dengan nama Chibix. Atau menunjukan ke"eksisan" nama Chibix. Bukan. Aku sangat berterima kasih kepada mereka yang memanggilku dengan nama yang baik. Nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku. Juga firman-Nya dalam Al-Quran :
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan yang lain. Karena boleh jadi perempuan (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok) itu. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain. Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa yang tak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Al-Hujurat: 11)
Walaupun aku tidak merasa tersinggung kalian memanggilku dengan nama Chibix. Tapi alangkah baiknya kalian memanggilku dengan nama Sukma Kurniawan. Atau cukup dengan nama Sukma. Nah itulah arti dibalik sebuah nama Chibix.

Salam

:)
Read More
      edit

Selasa, 19 April 2016

Published 10.57.00 by with 0 comment

Tidak Ada Kebetulan

Tidak Ada Kebetulan
"Gak sengaja ngambil buku kuning ini, gak sengaja buka halaman ini, gak sengaja baca chapter yang ini"

Terbesit dalam pikiranku untuk membaca lembaran-lembaran kertas bertulis itu sebelum aku berlayar menuju samudera mimpi. "Mungkin beberapa kalimat diantara beberapa tumpukan buku ini bisa membuatku lebih baik sebelum tidur" pikirku. Tanpa aku sengaja aku mengambil buku yang ada di tumpukan bawah. Dengan warna kuning cerah yang menantang mata seolah mengajak mata untuk berduel, mungkin itu bisa menjadikan alasan kenapa aku mengambil buku ini. Tapi sepertinya bukan itu yang membuatku mengambil buku ini.

Sebenarnya ada dua buku yang ingin aku baca sebelum aku tidur. Sebuah buku tentang pengetahuan dasar dan Titik Nol sebuah novel tentang makna sebuah perjalanan. Tapi tak kusangka buku ini yang aku ambil dan aku baca. Tidak berhenti sampai disitu. Deretan-deretan kebetulan itu masih berlanjut. Secara tidak sengaja aku membuka halaman yang mengejutkanku dan chapter yang tidak aku duga. Buku ini memang sudah lama aku beli tapi jarang aku buka dan baca. Aku lebih tertarik dengan buku-buku yang lain untuk aku baca dalam keseharianku. 

Setiap kata yang aku baca seolah mengerti sekali dengan keadaanku sekarang. Kata yang begitu menasehatiku.
 
Hei kamu ! Iya, kamu
Kalau kamu nganggur terus, kapan rezeki itu datang?
Kalau kamu tidur terus kapan kerjanya?
Kalau kamu sedih terus, kapan bangkitnya?
Kalau kamu jahil terus, kapan pintarnya?
Kalau kamu jomblo terus, kapan nikahnya?
Kalau kamu tekuni dosa terus, kapan tobatnya?
Kalau kamu galau terus, kapan semangatnya?
Sudah, ayo bangkit! Kejar impian, gapai pahala, dan belajarlah semuda mungkin.
Quotes for Muslim karya Kusnandar Putra
Memang benar tidak semua yang tertulis itu terjadi dalam diriku. Tapi setidaknya tulisan itu sudah mewakili apa yang aku rasakan saat ini. Kebetulan ? Ah rasanya tidak. Aku tidak percaya dengan kebetulan, aku percaya semua yang terjadi di dunia ini sudah menjadi kehendak-Nya. Seperti yang telah tertulis sebagai firman-Nya.
“Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Ali-‘Imran: 190-191).
 Aku mengerti, tidak ada kejadian di dunia ini yang terjadi tanpa kehendak-Nya.

"Haaah..." aku menghela nafas panjang dan dalam. "Terima Kasih atas kesempatannya".
Read More
      edit