Tampilkan postingan dengan label board game. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label board game. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Januari 2018

Published 04.03.00 by with 0 comment

[Board Game Kesehatan] Melatih Bapak-Ibu Pegawai Puskesmas

Photo via  puskesmasbantulkab.go.id
Memasuki minggu ketiga yaitu minggu terakhir batas waktu penyerahan board game saya mendapat kabar bahwa akan diadakan sebuah pelatihan tentang board game yang kami buat. Dengan judul “Pelatihan Pengembangan Media Promosi Kesehatan Melalui Board Game”. Jadi kami dari pihak tim produksi mendapat tugas baru yaitu menjadi pelatih para peserta yang diundang oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul selama tiga hari berturut-turut.

Peserta merupakan perwakilan dari 27 Puskesmas yang berada di Kabupaten Bantul. Setiap Puskesmas diwakili oleh dua orang peserta. Meliputi laki-laki dan perempuan serta dari berbagai tingkatan usia. Tujuan dari pelatihan adalah diharapkan nantinya perwakilan tersebut dapat mensosialisasikan dan mengembangkan media promosi kesehatan di Puskesmas masing-masing.

Acara dibuka oleh perwakilan Dinas Kesehatan kabupaten Bantul kemudian diisi oleh tim dari DAKON. Selama tiga hari berturut-turut pihak DAKON bertugas menjadi pemateri dan pelatih. Dimana pemateri memiliki tugas untuk memberikan wawasan yang berkaitan dengan board game secara umum di depan semua peserta sedangkan tugas dari pelatih adalah memberikan wawasan tentang board game karya tim DAKON dan memberi pelatihan cara bermain kepada peserta yang telah dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Saya sendiri bertugas menjadi salah satu pelatih. Ini merupakan pengalaman pertama saya berbicara di muka umum berkaitan dengan pekerjaan. Dimana pesertanya notabene lebih dewasa daripada saya ditinjau dari usia.

Dalam padatnya revisi dan produksi yang tidak mengenal waktu saya menyempatkan untuk membaca materi dan mempelajari kembali cara bermain tiga board game yang kami buat. Karena itu membuat saya lebih siap dan merasa nyaman dan tentu saja itu adalah bentuk tanggung jawab serta profesionalitas. Walaupun sebelum pelatihan ada pengarahan-pengarahan singkat tentang cara bermain yang mungkin ada tambahan atau pengurangan dalam setiap materi board game.

Pada hari pertama kami di tim pelatih memberikan pelatihan tentang board game yang bernama “Diabetamon”. Dimana sebenarnya rencana awal hari pertama adalah board game “Germas Game” namun diganti karena ada sedikit masalah di bagian produksi. Kemudian pada hari kedua permainan yang dimainkan adalah dua board game sekaligus yaitu “Germas Game” dan “Ciberat”. Selanjutnya pada hari ketiga diisi dengan memainkan beberapa board game yang dimiliki DAKON.

Pada hari ketiga saya terpaksa tidak ikut karena mengurusi di bagian produksi yaitu penyortiran. Demi tercapainya target pemesanan dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Jadi memasuki hari ketiga tepatnya lewat tengah malam komponen permainan yang tim buat baru selesai proses pemotongan. Kemudian dilanjutkan proses penyortiran komponen sesuai set yang sudah ditentukan. Yang mana jumlahnya ribuan. Memasuki waktu shubuh proses penyortiran kami hentikan untuk istirahat. Kemudian sekitar pukul delapan pagi kami melanjutkan kembali sampai menjelang sore hari akhirnya selesai. Hari dimana hampir 24 jam saya tidak tidur itulah hari ketiga pelatihan dan hari batas waktu penyerahan.

Itulah mengapa ada beberapa orang pada hari ketiga tidak ikut mengisi pelatihan. Di tim game designer yang terdiri dari sepuluh orang ada lima orang yang tidak ikut. Dua orang dari tim “Germas Game”, dua orang dari “Ciberat” dan satu orang dari “Diabetamon”.

Karena tidak mengikuti pelatihan maka saya dan empat rekan saya yang sibuk mengurusi di bagian produksi tidak mendapatkan royalty sebagai pelatih pada hari ketiga. Namun, Alhamdulillah-nya kami diberi “ganti rugi” oleh salah satu pemiliki DAKON dari hasil menjadi pemateri selama tiga hari berturut-turut. Yang mana jumlah jumlah royalty menjadi pemateri dan pelatih berbeda. Walaupun royalty menjadi pelatih tidak sebesar pemateri yang sampai jutaan namun kalau dikalikan tiga hari maka itu merupakan jumlah yang tidak sedikit. Dan tentu saja itu belum termasuk gaji utama menjadi game designer. Sungguh pengalaman yang berkesan dan bermanfaat sekali bagi anak kos seperti saya.

Baca juga:
1. [Board Game Kesehatan] Menjadi Bagian Tim DAKON Library X Dinkes Bantul
2. [Board Game Kesehatan] Serunya Proses Pembuatan Germas Game, Ciberat dan Diabetamon
3. [Board Game Kesehatan] Melatih Bapak-Ibu Pegawai Puskesmas

Read More
      edit

Kamis, 28 Desember 2017

Published 14.06.00 by with 0 comment

[Board Game Kesehatan] Serunya Proses Pembuatan Germas Game, Ciberat dan Diabetamon

Produk Board Game Kesehatan DAKON yaitu Diabetamon, CIBERAT dan Germas Game
Kalau sebelumnya saya sudah sedikit bercerita bagaimana saya bisa masuk di sebuah tim pembuatan board game, maka ijinkalah kali ini saya bercerita tentang serunya proses pembuatan. Namanya juga proses pembuatan sebuah permainan, maka isinya tentu saja banyak bermain. Tapi bedanya bisa menghasilkan pundi-pundi uang. Yang nanti bisa ditabung untuk modal menikah. Ah elah.

Kemarin saya sudah bercerita bahwa kami membuat tiga jenis permainan dari tiga tema yang berbeda dan setiap jenis permainan dibuat oleh satu tim atau kelompok. Jadi ada tiga kelompok. Kelompok  yang pertama membuat board game  dengan tema GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Kemudian kelompok kedua membuat board game dengan tema diabetes. Sedangkan yang terakhir membuat board game dengan tema PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat). Setiap kelompok terdiri dari empat orang. Tiga orang game designer dan satu orang illustrator. Saya sendiri tergabung di tim pertama.

Karena saya sendiri masih awam dengan industri board game  maka saya pun belajar tentang board game dan mencoba beberapa permainan di DAKON library. Semakin banyak permainan papan yang dipelajari maka semakin banyak pula wawasan untuk membangun permainan papan yang baru. Proses awal dalam pembuatan permainan papan adalah dengan melakukan observasi. Ada dua observasi yang harus dilakukan. Pertama adalah observasi tentang permainan papan. Sedangkan yang kedua adalah observasi tentang materi tema yang dibangun. Dalam konteks ini adalah tema kesehatan. Misalkan untuk tim saya maka mencari materi tentang GERMAS. Dalam mencocokan materi juga dibantu oleh pihak Dinas Kesehatan dan dokter.

Waktu Produktif di Kaliurang

Pertemuan di Kaliurang

Karena singkatnya waktu yang telah ditetapkan, maka tim membuat jadwal khusus yang nanti bisa lebih produktif yaitu bertempat di Kaliurang. Kaliurang merupakan tempat yang biasa dirujuk untuk kegiatan mahasiswa Jogja atau instansi lainnya. Sungguh hubungan yang sangat erat. Entah kenapa secara pribadi Kaliurang merupakan tempat yang selalu ingin saya singgahi. Suasananya seperti sudah memiliki kemistri tersendiri. Padahal seingat saya waktu kecil juga belum pernah kesana.

Selama dua hari satu malam semua tim berdiskusi untuk membangun permainan. Entah itu pagi, siang, sore ataupun malam. Karena sebelumnya setiap tim telah menyusun materi berupa permainan papan yang menginspirasi atau membangun dan apa saja dari tema kesehatan yang bisa dimasukan maka langkah selanjutnya adalah membuat dummy dengan kertas karton. Kemudian setiap tim mencoba untuk memaikannya. Sampai mendapatkan formula yang seimbang. Trial and error tidak perlu ditanya lagi seberapa banyak dan beberapa kali juga menemukan kebuntuan tapi akhirnya bisa diatasi.

Adapun sesi dimana setiap tim mempresentasikan hasil karyanya. Kemudian mendapatkan masukan lagi dari tim-tim lain dan juga mempresentasikan kepada mas Adnan selaku salah satu pemilik DAKON. Yang mana beliu sudah lama terjun di industri board game. Kemudian meracik lagi formula yang pas agar permainan bisa seimbang dan menyenangkan. Adapun juga rencana-rencana cadangan lainnya. Sepertinya memang kelihatan banyak lika-liku tapi karena proses itu dinikmati jadinya terasa menyenangkan. Apalagi kalau diniatkan sebagai ibadah. Maka itu adalah sebuah hal tidak hanya baik di dunia tapi juga di akhirat.

Sidang dengan Pihak Dinas Kesehatan

Sidang Pertama dengan Pihak Dinas Kesehatan Bantul
Karena proyek ini berhubungan dengan dinas kesehatan Bantul maka tentu saja ada sesi presentasi kepada instansi tersebut. Setidaknya ada dua kali pertemuan dimana setiap pertemuan selalu ada revisi. Entah itu penambahan cara bermain atau substansi materi yang ada di dalam permainan. Agar sesusai dengan tema dan kondisi geografis kabupaten Bantul.

Pada pertemuan pertama kami masih menggunakan dummy sedangkan pertemuan kedua sudah menggunakan desain yang dibuat oleh illustrator  masing-masing kelompok. Ilustrasi gambar pun tak lepas dari revisi. 

Begitupun dengan nama dari masing-masing produk. Namun pada akhirnya nama pun sampai ke titik final. Yaitu GERMAS GAME untuk tema GERMAS, kemudian DIABETAMON untuk tema diabetes dan yang terakhir bernama CIBERAT (Cinta Bersih dan Sehat) dari tema PHBS.

Padatnya Proses Produksi

Proses Produksi
Setelah melalui rangkaian perbaikan karena revisi maka langkah selanjutnya adalah proses produksi. Ada berbagai macam hal yang ada dalam tahap ini. Ada yang kami lakukan sendiri adapun yang bekerja sama dengan pihak lain. Dalam tahap ini tidak mengenal waktu. Sering kali melakukan lembur sampai larut atau bahkan sampai Shubuh kemudian waktu Dhuha dilanjutkan lagi. Karena memang waktu yang begitu sempit.

Beberapa hal yang dilakukan oleh pihak lain yang bekerja sama adalah produksi box serta penempelan cover  yang sudah dilaminasi. Kemudian juga ada produksi karakter yang terbuat dari akrilik dan juga pemesanan dadu serta token. Walaupun nanti pada tahap pengecetan token kami kerjakan sendiri.

Adapun yang berkaitan dengan percetakan komponen dan laminasi maka kami mencari percetakan yang murah dan berkualitas. Kalau pemotongan ada yang dikerjakan sendiri, memperkerjakan orang dan ada juga yang dipotong langsung di percetakan. Kemudian tahap akhirnya adalah sortir dan pengepakan kami lakukan sendiri.

Sungguh sangat seru bukan? Nantikan cerita seru lainnya yang masih akan berlanjut.

Baca juga:
Read More
      edit

Rabu, 27 Desember 2017

Published 21.06.00 by with 0 comment

[Board Game Kesehatan] Menjadi Bagian Tim DAKON Library X DINKES Bantul

Tim Game Designer Board Game DAKON X DINKES Bantul
Beberapa minggu yang lalu saya cukup disibukan dengan aktivitas pembuatan board game. Di tengah “sibuk”-nya mengerjakan skripsi saya mencoba mengajukan diri untuk bergabung di sebuah tim pembuatan board game. Setelah proses “wawancara” lewat whatsapp akhirnya saya pun diterima. Ya, diterima, kalau tidak maka cerita ini pun tak bakalan ada.

Board game merupakan bagian dari tabletop game. Yaitu sebuah permainan papan. Selain itu di dalam tabletop game juga ada yang namanya card game. Namun disini saya akan menyebutnya board game (BG) saja. Karena di dalam board game sendiri, sekarang pun sudah ada penambahan komponen kartu dan lain sebagainya. Contoh dari permainan board game adalah catur.

Saya sendiri memang masih awam dengan dunia board game bahkan untuk sekedar bermain monopoli pun saya tidak begitu paham. Padahal sudah lama saya mengenal permainan itu. Sebuah permainan papan yang mengajarkan kapitalisme. Akan tetapi kalau permainan kartu sepertinya kebiasaan dulu bermain kartu di kampus bisa membantu. Dan ternyata latar belakang saya di matematika sungguh sangat membantu. Walaupun tidak begitu kaget karena kalau kamu tahu film dengan judul "21" pasti kamu akan paham hubungan antara permainan kartu dan matematika.

Jadi selama tiga minggu kemarin saya tergabung dalam sebuah tim pembuatan BG dibawah naungan DAKON yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Bantul. Dimana DAKON adalah sebuah board game library yang terletak di plaza UNY lantai empat. Kalau penasaran silahkan berkunjung. Jadi kalau kamu datang kesana kamu bisa menikmati berbagai macam permainan papan dan juga aneka makanan. Karena memang letaknya yang dekat dengan foodcourt.

Kenapa bisa bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Bantul? 

Nah, ini merupakan suatu hal yang menarik. Latar belakang kerja sama antara DAKON dan Dinas Kesehatan Bantul adalah karena adanya program dari pemerintah pusat yaitu program GERMAS (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat). Yaitu sebuah program untuk mengkampanyekan pola hidup sehat. Big Applause untuk Dinas Kesehatan Bantul yang merespon dengan baik dan tentu saja kreatif program dari pemerintah pusat tersebut. Jadi, board game yang kami buat adalah untuk sarana edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Kami di tim pembuatan hanya bertugas untuk mendesain dan memproduksi. Sedangkan pemasarannya ada di pihak Dinas Kesehatan Bantul. Yaitu didistribusikan ke puskesmas-puskesmas yang berada di kabupaten Bantul. Jadi kesimpulannya adalah pihak DAKON mendapat pesanan untuk membuat board game dari pihak Dinas Kesehatan Bantul.

Ada tiga tema yang diajukan pihak Dinas Kesehatan Bantul ke pihak DAKON. Setiap satu tema dibuat satu jenis permainan. Dimana setiap jenis permainan dibuat seratus unit. Jadi totalnya adalah tiga ratus unit dengan tiga jenis permainan yang berbeda. Walaupun pada akhirnya nanti pihak Dinas Kesehatan Bantul meminta penambahan produksi. Yang sangat menantang adalah waktu pengerjaannya yaitu hanya selama tiga minggu saja. Sungguh waktu yang sangat singkat karena kami tidak hanya mendesain tapi juga memproduksi sendiri dengan jumlah yang cukup besar.

Mau tahu keseruan proses mendesain dan produksinya? Nantikan cerita selanjutnya.

Baca juga:
1. [Board Game Kesehatan] Menjadi Bagian Tim DAKON Library X DINKES Bantul
2. [Board Game Kesehatan] Serunya Proses Pembuatan Germas Game, Ciberat dan Diabetamon
3. [Board Game Kesehatan] Melatih Bapak-Ibu Pegawai Puskesmas
Read More
      edit