Selasa, 12 Juli 2016

Published 06.41.00 by with 0 comment

Pendakian Gunung Mebabu via Wekas

Sunrise di Puncak Syarif Merbabu
(Canon 60D ; 1/50s ; ISO 100 ; f 7.1)
Mendaki gunung merupakan suatu kegiatan yang saya mulai sekitar tahun 2013. Cukup baru memang. Kebetulan pada waktu itu sedang booming-nya film 5cm yang mengakibatkan munculnya euforia dalam mendaki gunung. Akan tetapi berpetualang bukanlah sesuatu hal yang baru bagi saya. Kebetulan sudah sejak saya kecil saya sudah terbiasa mendaki dan menyusuri alam. Karena tempat tinggal saya yang mendukung kegiatan dan hobi tersebut. Saya lahir dan besar di Borobudur, Magelang.

Sebelum melakukan kegiatan mendaki gunung saya cukup aktif dalam mengikuti kegiatan kepramukaan sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Dari mengikuti keanggotaan, pengurus sampai pernah sekali mengikuti lomba kepramukaan. Walaupun saya tidak begitu ahli dalam hal ini tapi kegiatan semacam ini merupakan suatu hal yang saya sukai.

Mendaki gunung merupakan kegiatan yang tidak lepas dari pengaruh teman-teman saya. Berbekal ajakan dari teman saya (akhirnya diajak) dan beberapa peralatan kepramukaan yang saya miliki akhirnya saya putuskan untuk mengikuti pendakian. Dimana pendakian pertama saya adalah gunung Merbabu dengan jalur yang diambil adalah melalui Wekas.

Magelang merupakan satu-satunya wilayah di Indonesia yang dikelilingi oleh 5 gunung yaitu Merapi, Merbabu, Sumbing, Telomoyo, dan Menoreh. Oleh karena itu kegiatan ini bisa saya lakukan dengan biaya yang cukup minim karena faktor jarak tempuh yang dekat antara rumah dan basecamp. Saya sangat beruntung mendapatkan teman-teman pendakian yang sudah paham betul dengan track pendakian dan sudah terjun dalam dunia muncak cukup lama. Apalagi dengan peralatan yang mereka miliki sangat membantu dalam proses pendakian bagi saya yang pemula ini. Selain itu mereka juga teman-teman yang mengerti tentang begitu pentingnya kebersihan lingkungan.

Pendakian ini kami lakukan beberapa hari setelah hari lebaran. Tidak begitu ramai pada waktu itu. Sekitar jam 1 kami berangkat dari basecamp menuju pos 1 Merbabu via Wekas. 

Ini dia beberapa tersangkanya - sekitar basecamp Wekas




Setelah basecamp terdapat jalur track melewati rumah penduduk
Sampai pos 2 sekitar jam empat sore kami putuskan untuk bermalam di pos 2. Kemudian melanjutkan perjalanan dari pos 2 sampai puncak jam satu pagi.

Saya - Ferisa - Rohmad
Perjalanan Menuju Puncak
Puncak Syarif
Gunung Merbabu sangat bersahabat kala itu. Pendakian gunung pertama saya syukur bisa sampai puncak, cuacana bersahabat, samudera di atas awan, sunrise yang cantik dan keselamatan semua anggota. Setelah sampai di puncak Syarif beberapa dari temen pendaki juga melanjutkan ke dua puncak lainnya. Ada dua jalur tercepat dari puncak Syarif yang satunya aman yang satunya perlu ketelitian yang namanya "jembatan setan".

Beberapa foto lainnya :

Merbabu
Jembatan Setan
Pemburu Fajar

Kenalan Baru

...

Selalu ada persahabatan disetiap pendakian


Menikmati alam sebelum pulang
Perjalanan sampai puncak sekitar pukul empat pagi dimana mulai pendakian (dari pos 2) pukul satu pagi. Banyak kenangan dan pelajaran yang bisa saya dapat pendakian pertama saya ini. Terima kasih buat teman-teman yang telah saling membantu.

Salam

FYI :
1. Pos 2 via Wekas masih terdapat air bersih




Read More
      edit
Published 01.44.00 by with 0 comment

[Prosa] Menjauh Bukan untuk Pergi

Menjauh Bukan untuk Pergi
Maafkan aku yang mungkin sekarang tidak sesuai dengan keinginan. Tapi aku ingin memastikan di masa yang akan datang aku tidak meminta maaf karena kesalahan yang lebih dalam. Aku tidak pergi, aku masih disini.

Aku yang tak lagi menghubungimu bukan karena aku tak mau, tapi aku ingin menjaga perasaanmu. Aku yang tak lagi banyak menemuimu bukan karena aku hilang, tapi aku ingin pertemuan kita menjadi sebuah pertemuan yang indah nan halal. Aku tidak pergi, aku masih disini.

Memang tidak mudah untuk diriku tidak menghubungimu, walau hanya sekadar bertanya kabar. Aku seperti ini bukan karena aku membencimu, juga bukan karena ada orang lain dalam hatiku. Memang berat rasanya menjauh darimu. Tapi inilah caraku menjaga perasaanmu. Aku tidak pergi, aku masih disini.

Biarkanlah hati ini berpuasa sementara sampai dipertemukan dengan indahnya berbuka menurut cara-Nya. Biarkanlah kita saling memperkuat rasa iman dan percaya dengan kuasa-Nya.

Menjauhku bukan untuk pergi. Menjauhku untuk datang. Mendekat dengan cara-Nya. Jika memang dirimulah yang telah Dia janjikan, maka cinta ini akan dipertemukan. Aku tidak pergi, aku masih disini.
Read More
      edit

Selasa, 05 Juli 2016

Published 22.50.00 by with 0 comment

CHIBIX

CHIBIX
Mungkin setiap orang punya nama kecilnya masing-masing, aku pun begitu. Ada beberapa nama panggilan yang aku dapat dari orang-orang terdekatku. Entah itu dari lingkungan dekat rumah atau pertemanan sekolah. Selain memanggil dengan nama asli yaitu Sukma, aku sering dipanggil dengan nama kecilku. Yaitu dengan nama panggilan Chibix. Mungkin ada beberapa orang dekat rumah juga yang memanggilku dengan nama Sinchan tapi bukan suatu nama panggilan yang sering aku dengar. Ngomong-ngomong aku sepertinya belum pernah nemuin orang yang manggil aku dengan sebutan nama belakangku, yaitu Kurniawan. Kalau pun itu pernah aku paling lupa. Mungkin cukup spesial kalo memanggilku dengan nama Kurniawan.

Gak enak sepertinya kalo gak ngomongin nama asliku dulu. Menurut hasil telisik jaman dulu nama Sukma itu artinya ruh dan Kurniawan adalah karunia dari Tuhan. Kebetulan juga lahirnya adalah siang hari pas setelah adzan dhuhur. Siang hari dalam bahasa jawa adalah "awan". Jadinya bisa digabung menjadi Kurni-awan.

Kenapa sinchan?
Jangan pernah berpikir kalau aku dipanggil dengan nama Sinchan karena aku mesum. Jangan ! -_-
Nama ini aku dapat dari orang-orang deket rumah karena pipiku yang sangat tembem itu mirip banget sama sinchan. Tapi kalo sekarang manggil dengan nama ini aku bakalan gak "ngeeh".


Chibix

Kebanyakan temenku manggil aku selain dengan nama Sukma adalah dengan nama Chibix. Ini masih berlanjut sampai aku kuliah. Nama ini dimulai sejak aku duduk dibangku 6 SD. Kebetulan waktu itu tinggi badanku tidak normal seperti dengan yang lain. Walaupun ada beberapa temen juga yang gak tinggi tapi hanya aku yang dapat predikat chibix ini. Awalnya dipanggil dengan nama "bol" atau "cebol". Kenapa dipanggil dengan nama cebol karena dulu ada lagu daerah yang liriknya adalah Cebol nggayuh lintang. Banyak temen deketku juga ikut paduan suara yang salah satu lagunya adalah itu. Kemudian diganti menjadi nama chibi(') setelah ada temen yang bertanya dengan salah satu temen yang blasteran jepang. Nah itu lah awalnya. Dimana chibi(') berasal dari bahasa Jepang yang berarti cebol, pendek atau mini.

Kenapa Chibi(x) ?

Menurut penulisan yang aku lihat di kamus bahasa Jepang sih chibi atau chibi('). Kebetulan salah satu orang dikeluarga menggeluti bahasa asing. Dimana salah satunya adalah bahasa Jepang. Pada awal penulisannya sih banyak versinya entah itu chibik, cibig (big=besar, karena dulu lumayan gendut juga), chibig dan banyak lagi. Tapi berubah menjadi chibix karena ya dulu "X" identik dengan sesuatu yang keren dan jarang. Seperti X-man dan lainnya. Akhirnya penulisan chibi ditambah x menjadi chibix sampai ini kebawa ke dunia kampus. Ini nih contohnya.
Nama "Chibix" di nomor punggung 27
Waktu kuliah ikut tim futsal dan salah satu baju miliku nama belakangnya adalah CHIBIX. Sebenarnya ini sudah aku ganti menjadi Sukma sebelum pemesanan. Tapi ternyata yang dikumpul ke pihak penyablon adalah kertas yang lama. Kertas yang masih bernama CHIBIX. Jadi itulah nama Chibix sampai menembus dunia kuliah. Walaupun tidak se eksis dulu. Karena di dunia kampus aku lebih dikenal dengan nama Sukma.

Sedikit flashback nih..

"Ketenaran" nama chibix ini berlajut sampe SMP setelah aku dan temen-temen SD ku banyak yang ketrima di bangku SMP yang sama. Nama ini pun tambah menyebar luas. Bahkan tak jarang kalau ditanya mana yang namanya Sukma bakalan lupa beda dengan nama chibix.

Waktu SMA nama Chibix perlahan-perlahan memudar cukup beberapa orang yang tau. Karena aku berada di sekolah yang berbeda dengan temen-temen. Begitu pun masuk ke dunia kampus.

Tulisan ini bukan untuk memberi tahu untuk memanggilku dengan nama Chibix. Atau menunjukan ke"eksisan" nama Chibix. Bukan. Aku sangat berterima kasih kepada mereka yang memanggilku dengan nama yang baik. Nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku. Juga firman-Nya dalam Al-Quran :
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan yang lain. Karena boleh jadi perempuan (yang diperolok-olok) itu lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok) itu. Janganlah kamu saling mencela satu sama lain. Dan janganlah kamu saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa yang tak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim.” (Al-Hujurat: 11)
Walaupun aku tidak merasa tersinggung kalian memanggilku dengan nama Chibix. Tapi alangkah baiknya kalian memanggilku dengan nama Sukma Kurniawan. Atau cukup dengan nama Sukma. Nah itulah arti dibalik sebuah nama Chibix.

Salam

:)
Read More
      edit